Birdman is the Oscar-Man - MLDSPOT
  • Movie
  • Birdman is the Oscar-Man

Birdman is the Oscar-Man

Mon, 30 March 2015

Awal tahun ini merupakan awal yang besar dalam perjalanan film “Birdman: Or (The Unexpected Virtue of Ignorance)” atau yang biasa disebut dengan judul singkat “Birdman”. Tepat di hari itu, Birdman menjadi salah satu nama yang paling sering disebut di atas panggung The 87th Academy Awards Show. Film yang disutradarai oleh Alejandro G. Iñárritu itu berhasil membawa pulang empat piala Oscar di empat kategori, yaitu “Best Motion Picture of the Year”, “Best Achievement in Directing”, “Best Writing, Original Screenplay”, dan “Best Achievement in Cinematography”.

FYI, film Birdman adalah film bergenre “American black-comedy drama” yang dirilis pada tahun 2014. Film yang menggandeng Michael Keaton, Zach Galifianakis, Edward Norton, Andrea Riseborough, Amy Ryan, Emma Stone, dan Naomi Watts ini menceritakan tentang perjalanan Riggan Thomson, seorang aktor yang ingin kembali ke dunia seni peran.

Awalnya, Thomson terkenal sebagai aktor yang memerankan superhero bernama “Birdman”. Tapi, saat dia udah menua dan kepopulerannya semakin memudar, Thomson pun berusaha untuk berkarir di pertunjukan Broadway yang bertajuk “What We Talk About When We Talk About Love”. Segala cara dihalalkan oleh Thomson demi ambisinya untuk kembali bersinar dalam karir.

Sebenarnya, film Birdman juga dinominasikan untuk kategori “Best Performance by an Actor in a Leading Role”, “Best Performance by an Actor in a Supporting Role”, “Best Performance by an Actress in a Supporting Role”, “Best Achievement in Sound Mixing”, serta “Best Achievement in Sound Editing” dalam perhelatan resmi The 87th Academy Awards tersebut.

Dan nggak hanya memenangkan piala Oscar, film Birdman juga menuai sukses di berbagai ajang penghargaan lain. Di Golden Globes, misalnya, film Birdman berhasil menang dalam kategori “Best Performance by an Actor in a Motion Picture – Comedy or Musical” dan “Best Screenplay – Motion Picture”. Sedangkan, di AFI Awards, film Birdman sukses meraih predikat “Movie of the Year”.

Di balik panggung, film Birdman pun dipuji oleh banyak kritikus. Christy Lemire menyebut film Birdman sebagai “a complete blast”. Robbie Collin juga dengan semangat berkata, “Spectaculer, star-powered cinema that makes us ask a new what cinema is for.” Well, setelah melihat semua kesuksesan besar ini, wajar kalau film Birdman mendapat predikat sebagai “The Oscar-Man of the Year”!

 

 

 

 

Birdman vs The Grand Budapest Hotel
Di ajang The 87th Academy Awards Show, film Birdman bersaing ketat dengan film The Grand Budapest Hotel. Keduanya sama-sama dinominasikan dalam sembilan kategori dan berhasil menyabet piala Oscar di empat kategori.

 

The Academy Awards or The Oscars?
Pada tahun 2013, nama “The Academy Awards” resmi diganti dengan “The Oscars”. Walau berganti nama, namun ajang ini tetap menjadi acara tahunan yang diselenggarakan untuk menghormati prestasi cinematic dalam industri film.

 

Sosok di Balik Kesuksesan “Birdman”
Alejandro González Iñárritu merupakan sosok yang sangat berperan di balik kesuksesan film Birdman. Iñárritu adalah seorang director, producer, screenwiter, dan composer yang berdarah Meksiko.

 

Videografi dan Sinematografi: Ternyata Nggak Sama, Bro!

Thu, 04 March 2021
Videografi

Dalam memproduksi sebuah film emang nggak bisa terhindar dari teknik-teknik yang membuat film itu sendiri hidup. Baik dalam pengambilan gambar, cara menggunakan alatnya, sampai teknik ke dalam bagaimana film itu dikemas.

Dalam sebuah film, nggak cuma ada sinematografi – tapi juga ada videografi. Sinematografi dan videografi emang sering disalah artikan ataupun dianggap sama, tapi yang perlu lo ketahui – kedua hal ini berbeda, bro!

Beberapa minggu lalu MLDSPOT udah sempat ngebahas mengenai sinematografi dan teknik yang perlu diketahui, nah tapi sebenarnya apa sih makna sinematografi dalam film sebenarnya? Dan apakah benar berbeda dengan videografi?

Dari pada bertanya-tanya sendiri dan penasaran, lebih baik langsung aja simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Pahami Arti Sinematografi

Videografi

Credit image – Creative Planet Network

Sebelum masuk ke dalam sinematografi itu sendiri, lebih baik luruskan dulu pemahaman lo mengenai film dan video – sinematografi lebih sering digunakan untuk istilah dalam film, sebenarnya video pun bisa, tapi hanya video yang memiliki jalan cerita atau makna yang ingin disampaikan. Jadi, nggak semua video bisa dilihat sinematografinya ya!

Dari segi penilaian, sinematografi emang identik dengan pengambilan kamera. Tapi dalam hal ini bukan cuma bagaimana kamera mengambil sebuah gambar, tapi juga pemaknaan yang diberikan dalam sebuah gambar ketika diambil dan berkaitan dengan scene dari sebuah film atau video.

Nggak cuma kamera aja, efek dari film dan video, lighting, hingga color palette yang digunakan dalam film pun akan menjadi makna berbeda dalam sinematografi. Salah satu hal yang paling terlihat dalam sebuah sinematografi adalah bagaimana para penonton bisa memahami film yang ditontonnya yang dibalut dalam sebuah sinematografi yang baik sebagai penunjangnya.

Lalu, Apa Videografi Sendiri?

Nah kalau selama ini lo merasa sinematografi adalah teknik gimana cara mengambil sebuah gambar yang baik, tanpa shaking, dan lain sebagainya – hal itulah yang disebut dengan videografi.

Videografi hanya sekedar gimana sebuah film dan video diambil, gimana menarik perhatian penonton dari setiap scene-nya dari sebuah gambar. Hal ini nggak kalah penting dari sinematografi – cuma untuk kegunaan, videografi hanya mementingkan estetika aja.

Seorang videografer dalam membuat film atau video dengan videografi yang baik adalah dengan membuat gambar yang diambil menjadi lebih nyata. Pernah nggak sih – lo nonton sebuah film atau video, saking bagusnya lo berasa ada di suasana film itu?

Kalau pernah, itu artinya lo sudah pernah merasakan menonton film atau video yang videografinya bagus.

Jadi, Bedanya Apa?

Videografi

Credit image - FStoppers

Setelah membaca kedua hal yang ternyata berbeda ini, pasti lo sudah memahami kalau sinematografi lebih berfokus pada pengambilan gambar yang juga berpengaruh pada bagaimana sebuah pesan dalam film atau video disampaikan, berbeda dengan videografi yang memfokuskan estetika dalam pengambilan gambar.

Ibaratnya – sinematografi memberikan gambaran bahwa sebuah film dapat terlihat menjadi sebuah cerita, videografi memberikan gambaran bagaimana sebuah film dikemas dan membuat visual semenarik mungkin.

Meskipun kedua hal ini berbeda, tapi yang harus lo ketahui adalah – bahwa kedua hal ini berjalan secara beririsan, alias nggak bisa jalan sendiri-sendiri. Sebuah film atau video nggak akan maksimal hasilnya kalau hanya menerapkan sinematografi aja tanpa ada videografi yang matang, begitu juga sebaliknya.

Jadi, setelah membaca ini – pastikan ketika menonton sebuah film atau video dengan pengemasan visual yang bagus dan jalan cerita yang menarik, itu adalah hasil dari kesinambungan antara sinematografi dan videografi.

 

Feature image – Olerte Maure