• Movie
  • Legends of Tomorrow, Waktunya Pahlawan dan Penjahat Bergabung

Legends of Tomorrow, Waktunya Pahlawan dan Penjahat Bergabung

Thu, 10 March 2016

Biar hidup lo nggak monoton, lo perlu hunting tv series baru  yang belum pernah lo tonton. Lumayan bisa jadi hiburan di sela-sela penatnya kerjaan. Selain buat hiburan, nantinya serial-serial ini bisa jadi bahan obrolan, dan kali-kali saja juga sumber inspirasi. Kalau Urbaners lagi cari referensi baru soal serial TV, ada satu nih yang oke buat lo tonton. Terutama, buat Urbaners penggemar superhero bikinan DC.

Penggemar Komiknya DC?

Kalau jawaban dari pertanyaan di atas adalah “Iya”, otomatis judul serial ini beserta karakternya nggak asing lagi buat lo, Urbaners. Tahun 2016, DC merilis Legends of Tomorrow dalam bentuk serial yang kisahnya disesuaikan dengan cerita di komik. Skornya di IMDB mencapai 7.5, jadi Urbaners yang nggak doyan cerita-cerita superhero mungkin bisa coba dulu nonton ini barang satu episode. Worth to try kok, Urbaners!

Season pertamanya Legends of Tomorrow terdiri dari 14 episode saja. Oh iya, kalau Urbaners sudah pernah nonton The Flash dan Arrow, lo bakal sadar kalau serial ini ada di satu dunia fiksional yang sama. Lo jadi bisa lebih gampang juga ngikutinnya. Kisah Legends of Tomorrow diawali dengan Rip Hunter, the Time Master, yang datang ke masa kini sambil bawa sekelompok hero dan villain buat mencegah Vandal Savage ngancurin dunia dan waktu.

Terlalu Seru Untuk Dilewatkan

Enaknya sih lo langsung nonton sendiri saja ya, Urbaners. Di Amerika Serikat sih, serial ini sudah muncul dari 21 Januari 2016.  Lo juga bisa nonton Legends of Tomorrow di Warner TV tiap hari Jumat pukul 8 malam, Urbaners. Lumayan kan jadi hiburan habis pulang kerja?

Kisah tentang superhero itu bikin pikiran berasa jadi seperti anak-anak lagi, Urbaners. Makanya, nggak heran kalau penggemar superhero itu nggak kenal batasan umur, bahkan mayoritas orang dewasalah yang suka sama superhero. Apalagi kalau beragam superhero gabung jadi satu tim, berasa mimpi jadi nyata.

Oh iya, sebentar lagi setelah Deadpool, Batman v Superman dan Civil War juga bakal rilis nih Urbaners. Tahun ini jadi tahunnya superhero ya, sepertinya? Belum lagi kemarin Deadpool bikin debut di film. Selamat menikmati hiburannya, Urbaners!

 

Sumber:
www.warnertvasia.com
screenrant.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?