• Movie
  • Perhatian, MacGyver Akan Kembali Ke Layar Kaca

Perhatian, MacGyver Akan Kembali Ke Layar Kaca

Tue, 31 May 2016

Dengan rambut gondrong sedikit blonde, dia duduk di depan pintu yang terkunci. Kemudian dengan cekatan, pintu yang terkunci tersebut terbuka. Itu adalah sekelumit cerita dari MacGyver, serial televisi yang sangat booming di tahun 90an. Di Indonesia sendiri, MacGyver menjadi salah satu ikon pembuka pintu yang terkunci. Dan sekarang salah satu televisi Amerika Serikat, CBS akan re-make serial televisi MacGayver.

 

MacGyver akan lebih modern

http://images-cdn.moviepilot.com/images/c_scale,h_720,w_1280/t_mp_quali…

Jika lo masih inget wajah MacGyver, pasti ingat bahwa MacGyver selalu membawa pisau Swiss Army. Dan di film terbaru ini, apakah MacGyver masih membawa pisau tersebut? Sang sutradara Paul Downs Colaizzo mengatakan nggak akan merubah ciri khas dari MacGyver. Bahkan Colaizzo tetap membawa perawakan MacGyver yang playboy dengan permen karet. Colaizzo ini memilih aktor Lucas Till, artis muda yang wajahnya bisa dibilang 11-12 dengan Richard Dean.

Walaupun MacGyver akan tampil lebih klasik, Calaizzo mengatakan settingan akan modern. MacGyver akan melawan penjahat yang dilengkapi persenjataan modern. Bagaimana cara MacGyver untuk melawan penjahat tersebut? Lo bisa saksikan di CBS tanggal 18 Mei 2016.

 

Beberapa remake selalu gagal

http://cdn3.thr.com/sites/default/files/2014/08/lucas_till_a_l.jpg

CBS ternyata sudah ahli dalam membuat film remake. Jadi, serial televisi MacGayver ini bukan yang pertama kali dibuat oleh CBS. Sebelumnya ada Hawaii Five-O, sebuah film detektif yang menceritakan kehidupan polisi dalam memberantas kejahatan. Tetapi saying, Hawaii Five-O ini nggak mendapatkan respon yang positif. Beberapa penggemar malah mengatakan serial Hawaii Five-O malah menjelekkan serial televisi sebelumya. Oleh karena itu, penggemar berat MacGyver jaman dahulu agak sedikit khawatir. Apakah serial televisi baru ini, hasilnya akan lebih baik atau bahkan jadi sangat buruk.

CBS sendiri ternyata juga nggak main-main ketika membuat remake MacGyver. Mereka bekerja sama dengan Lionsgate TV, produksi film terkenal di Amerika Serikat. Bahkan CBS dan Lionsgate TV sudah mengajak penggemar MacGyver berdiskusi tentang jalan cerita MacGyver. Kita tunggu respon penggemar MacGyver ya Urbaners.

 

Source: cinemablend.com

4 Fakta Seputar Ju-On: Origins, Series Horror Baru di Netflix

Tue, 14 July 2020
Sosok hantu wanita berambut panjang menutupi sebagian wajah seorang wanita dengan ekspresi kaget

Masih ingat dengan sosok hantu ikonik bernama Kayako? Betul, Kayako adalah hantu yang pertama kali muncul lewat film “Ju-On: The Grudge”, sebuah film horor yang sampai sekarang masih dianggap sebagai salah satu film horor terbaik sepanjang masa. Walaupun lo sekarang masih belum bisa menikmati film horor di bioskop, lo tetap bisa kok masuk lebih dalam lagi ke misteri hantu yang ada di franchise Ju-On.

Hadir dengan total 6 episode, masing-masing berdurasi 30 menit, lihat dulu fakta-fakta seputar “Ju-On: Origins” sebelum lo tonton di Netflix #MumpungLagiDirumah.

 

Mengisahkan Awal Rumah Berhantu di The Grudge

Tampak depan dari rumah berhantu Saeki House di serial Ju-On: Origins

Bagi para pencinta franchise film horor Ju-On, pasti sudah nggak asing lagi kalau mendengar nama Saeki. Dalam film pertama Ju-On: The Grudge yang rilis di tahun 2002, lo diperkenalkan dengan rumah berhantu yang penuh dengan kutukan, di mana setiap penghuninya akan dihantui dengan arwah gentayangan yang haus akan balas dendam. Kisah tragis menimpa penghuni rumah ini, dimulai dari keluarga Saeki.

Dari sana, kutukan pun mengintai rumah yang akhirnya diberi nama Saeki House. Lewat serial Origins, lo akan tahu lebih dalam asal muasal dari kutukan tersebut, sekaligus kisah-kisah supernatural yang menimpa penghuni-penghuni Saeki House setelah keluarga Saeki sudah nggak ada. Bisa dikatakan, Ju-On: Origins menjadi prekuel dari franchise Ju-On.

 

Penuh Darah dan Adegan Sadis

Sosok hantu wanita berambut panjang muncul dari dalam bak mandi yang berisikan darah

Tetap mengikuti konsep yang mendarah daging dengan franchise Ju-On, lo akan disuguhkan dengan adegan gore yang memang sudah jadi daya tarik dari kisah horor yang satu ini. Cocok banget buat lo yang memang lebih suka horor yang lebih sadis dengan tindak kekerasan, ketimbang horor yang dipenuhi jump scares.

Bagi beberapa orang, Ju-On: Origins terlalu berlebihan, tetapi memang serial horor ini dibuat dengan fokus untuk membuat penonton merasa tegang dan gelisah dengan sisi kemanusiaan, bukan rasa takut dengan penampilan arwah gentayangan.

 

Menyorot Kisah Horor Berbagai Karakter

Dua laki-laki dan satu perempuan sedang duduk bersila mengelilingi sebuah lilin

Sedikit berbeda dengan film-film sebelumnya, serial Ju-On: Origins mengisahkan pengalaman beberapa karakter yang dikemas dalam berbagai timeline. Pada dasarnya, karakter utama dari serial ini adalah Saeki House dan lo akan melihat bagaimana pengalaman setiap penghuni di rumah berhantu itu dalam menghadapi kutukan dari arwah gentayangan.

Kerennya lagi, setiap karakter ternyata terhubung, meskipun kisah mereka nggak terjadi di waktu yang bersamaan. Berawal dari tahun 1950-an di mana tragedi keluarga Saeki berlangsung, kemudian dilanjutkan ke era 1980 hingga 1990. Dari kisah setiap karakter, lo akan lebih memahami siapa sih hantu yang ada di Saeki House ini dan mengapa kutukan tersebut menimpa setiap orang yang menapakkan kaki di rumah berhantu itu.

 

Serial TV Horor Produksi Jepang

Sosok hantu berkulit pucat dengan rambut hitam panjang dan iris mata yang agak kemerahan

Sejak tahun 2002, sudah ada setidaknya 13 film yang masuk ke dalam franchise Ju-On, termasuk juga adaptasi Hollywood dari kisah Saeki House. Tetapi, tenang saja Bro. Serial Ju-On: Origins ini merupakan produksi Jepang yang digarap oleh Sho Miyake dengan script yang ditulis oleh Hiroshi Takahashi dan Takashige Ichise. Ju-On: Origins menjadi serial horor baru yang hadir di Netflix, terutama setelah kesuksesan dari “The Haunting of Hill House”. Ju-On: Origins kini sudah bisa ditonton di platform streaming Netflix.

 

 

 

 

Sources: Decider, Insider, Screen Rant