• Movie
  • French Dispatch – Film yang Paling "Wes Anderson"

French Dispatch – Film yang Paling "Wes Anderson"

Thu, 13 February 2020
Wes Anderson sedang menyilangkan tangan dan tersenyum

Buat lo yang ngefans dengan sang jenius di balik film “Isle of Dogs” dan “The Grand Budapest Hotel”, ada berita gembira buat lo. Wes Anderson, kembali mengeluarkan karya seru berjudul “French Dispatch”. Dari trailer pertama yang barusan rilis, banyak pihak yang merasa film ini akan menjadi film Wes Anderson yang paling “Wes Anderson”. Jadi, apa saja yang menarik dari French Dispatch ini? Mari kita bahas beberapa fakta menarik mengenai film ini, Urbaners!

 

Membuat Karya Fiksi Abad 20

Dua pemeran sedang berdiskusi dalam talkshow, sebuah scene di French Dispatch

Konsep film French Dispatch sangat unik. Film ini berisi cerita pendek dari edisi terakhir majalah Amerika yang terbit di sebuah kota fiksi di Perancis pada abad 20an. Kota ini bernama Ennui-sur-Blasé. Cerita yang dibahas, mengenai keunikan dari redaksi dan staff yang ada di majalah tersebut. Film ini dinilai mirip dengan Majalah “The New Yorker”. Wartawan dari Vice bahkan mengatakan bahwa film ini bisa dibilang surat Wes Anderson untuk para jurnalis.

Seperti film Wes Anderson lainnya, karakter di film ini sangat kuat. Tiap karakter memberikan sentuhan unik di tiap cerita pendeknya. Lo akan melihat banyak sekali satir dan sentuhan sinematografi level dunia dari Wes Anderson. Dari trailer pertama yang sudah tayang saja, sudah bisa terbayang betapa pleasantly strange film ini.

 

Banyak Bintang Besar yang Terlibat

Cerita French Dispatch banyak didorong oleh karakter Arthur Howitzer Jr., seorang Editor-in-Chief yang ditunjuk untuk memimpin penerbitan terakhir dari majalah fiksi tersebut. Karakter dari Arthur Howitzer Jr. ini dimainkan oleh aktor kawakan Bill Murray. Wajah familiar Bill Murray yang sudah tampil dalam 8 film Wes Anderson sebelumnya bukanlah satu-satunya wajah terkenal di film ini. Bintang besar langganan Wes Anderson juga akan muncul, seperti Owen Wilson, Adrien Brody, Christoph Waltz, Saoirse Ronan, dan banyak lainnya.

Selain bintang langganannya, Wes Anderson juga mengajak bintang besar lainnya untuk semakin meramaikan film ini. Sebut saja Benicio del Toro, Kate Winslet, Elisabeth Moss, dan Timothée Chalamet. Deretan bintang besar ini akan saling beradu akting dan bakal membuat lo terkagum-kagum dengan hasilnya, Urbaners.

Bill Murray (kanan) sebagai Arthur Howitzer Jr., sedang melihat papan ide dalam trailer pertama French Dispatch

 

Tanggal Rilisnya Belum Pasti

Perusahaan film yang menaungi Wes Anderson, Searchlight Pictures belum mengumumkan tanggal rilis yang pasti. Namun, banyak orang yang berspekulasi bahwa tanggal rilis film ini kemungkinan akan bertepatan dengan Festival Film Cannes di tahun 2020. Spekulasi ini muncul karena Wes Anderson sendiri beberapa kali merilis film-film dia bertepatan dengan festival besar. Sebut saja “Moonrise Kingdom” yang rilis saat Festival Film Cannes di tahun 2012. Kemudian, film legendaris “Isle of Dogs” dan “The Grand Budapest Hotel” juga tayang perdana di Festival Film Berlin.

Intinya sih Urbaners, kalau lo fans dari karya-karya Wes Anderson, film French Dispatch ini sudah tentu masuk di daftar wajib nonton. French Dispatch benar-benar film Wes Anderson yang paling ”Wes Anderson”, sayang banget kalau sampai kelewatan!

 

Source:

https://www.forbes.com/sites/annabenyehudarahmanan/2020/02/12/watch-wes…
https://www.vice.com/en_ca/article/dygd5x/watch-the-first-trailer-for-t…
https://www.youtube.com/watch?v=TcPk2p0Zaw4

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?