Rekomendasi Film Indonesia Akhir Tahun, Imperfect: Karir, Cinta, & Timbangan - MLDSPOT
  • Movie
  • Rekomendasi Film Indonesia Akhir Tahun, Imperfect: Karir, Cinta, & Timbangan

Rekomendasi Film Indonesia Akhir Tahun, Imperfect: Karir, Cinta, & Timbangan

Mon, 23 December 2019
Poster film Imperfect yang didominasi warna oranye, dibintangi oleh Jessica Mila dan Reza Rahadian sebagai pemeran utama

Butuh rekomendasi film akhir tahun buat ditonton pas liburan? Imperfect wajib banget masuk list lo, Urbaners. Diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Meira Anastasia, film garapan Ernest Prakasa ini mendapat sambutan hangat masyarakat saat peluncurannya. Nah, Meira sendiri merupakan istri dari Ernest. Mengangkat tema tentang body shaming, Imperfect bakal menghibur sekaligus memberikan lo banyak pelajaran berharga.

 

Merupakan Pengalaman Nyata Meira Anastasia

Reza Rahadian, Jessica Mila, Meira Anastasia, dan Ernest Prakasa berfoto bersama dengan raut wajah bahagia saat perilisan film Imperfect

Buku Imperfect yang ditulis oleh Meira Anastasia adalah cerita pengalamannya sendiri yang harus berjibaku dengan body shaming. Pasca melahirkan, ia merasa bahwa bobot tubuhnya nggak seideal sebelumnya. Ia juga merasa minder karena kulitnya yang nggak putih, rambutnya yang nggak panjang, dan kondisi tertentu lainnya. Sebagai seorang istri dari Ernest Prakasa, Meira merasa nggak percaya diri, terlebih segala komentar buruk yang dilontarkan oleh masyarakat padanya.

Tapi kemudian, Meira Anastasia menyadari bahwa keterpurukan cuma bakal merugikan dirinya sendiri. Ia bangkit, melawan semua body shaming yang ia dapat, dan bertekad untuk berolahraga agar lebih sehat. Ia pun menuliskan kisahnya tersebut dalam sebuah buku yang diberi judul Imperfect (I’m perfect).

 

Jessica Mila Menaikkan Bobot Tubuhnya Hingga 10 Kg

 Jessica Mila berpose dengan pakaian berwarna pastel rumbai-rumbai, rambutnya ditata dengan bun di atas.

Saat buku karya Meira Anastasia ini diangkat menjadi sebuah film, artis Jessica Mila ditawari untuk menjadi pemeran utama, alias Meira, dalam film. Karena harus memerankan sosok Meira di masa lalu dengan bobot tubuh yang gemuk, Jessica Mila pun rela menaikkan bobot tubuhnya sendiri hingga 10 kg dalam waktu 5 minggu.

Selain Jessica Mila, di film ini lo juga bakal menemukan banyak artis lain seperti Reza Rahadian, Karina Suwandi, Boy William, Shareefa Danish, dan Dion Wiyoko. Reza Rahadian memerankan sosok Dika yang menjadi kekasih Rara (Jessica Mila). Ia adalah sosok kekasih yang sayang dan menerima Rara apa adanya. Namun, bos Rara di kantor, Kelvin (Dion Wiyoko), menuntutnya untuk mengubah penampilan kalau mau naik jabatan.

 

Soundtrack Film Diisi Oleh Musisi Fiersa Besari

Musisi Fiersa Besari saat tampil di acara perkenalan film Imperfect dengan menggunakan kaus hitam, jaket abu-abu, membawa gitar

Selain menggandeng artis-artis ternama dan profesional, Ernest Prakasa juga mengajak musisi Fiersa Besari dan Audrey Tapiheru untuk mengisi soundtrack film Imperfect. Masing-masing musisi ini akan menyanyikan lagu yang berbeda. Fiersa Besari bahkan mendapat mandat untuk menciptakan soundtrack Imperfect. Setelah mengalami stuck ide dan revisi 3 kali, lagu berjudul Pelukku untuk Pelikmu mendapat sambutan hangat dari Ernest Prakasa.

Sedangkan, Audrey Tapiheru akan membawakan lagu soundtrack dengan judul Cermin Hati. Yang paling menarik adalah Reza Rahadian juga bakal menyanyikan salah 1 dari 3 soundtrack film Imperfect. Lagu yang akan dibawakan Reza ini berjudul Sempurna/Tak Sempurna.

 

Lo pasti sudah nggak sabar ‘kan buat nonton film Imperfect? Kabar baiknya, film ini sudah tayang sejak tanggal 19 Desember 2019. Ajak teman, keluarga, dan gebetan lo buat nonton film ini, ya, Urbaners!

 

 

Source: kompas.com, idntimes.com, fimela.com

Gambaran Tahun Lalu Lewat Film Death To 2020: Emangnya Se-mengerikan Itu, Bro?

Wed, 06 January 2021
Kilas Balik tahun 2020 lewat film Death To 2020!

Sepertinya lo akan sepakat kalau mengatakan bahwa 2020 adalah tahun paling membosankan sepanjang tahun lo hidup. Karena keadaan yang memkasa lo untuk terus berada dirumah pastinya lo udah kehabisan aktivitas – iya nggak, bro?

Pastinya lo berharap 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik. Tapi kalau dipikir-pikir dibalik itu semua pasti ada hal di 2020 yang berkesan untuk lo – dengan kebiasaan baru, pasti hal ini melekat di dalam hidup lo.

Untuk mengenang tahun yang membosankan itu, Netflix merilis sebuah film yang merekap semua kejadian yang sekiranya kita semua alami di 2020. Film dengan judul Death To 2020 ini diproduksi oleh kreator dari series Black Mirror. Seperti apa ya tahun 2020 dikemas dalam film ini?

Universe Yang Sama, Jalan Cerita Yang Beda

Kalau lo mengharapkan film ini akan sama dengan series Black Mirror, sayangnya lo nggak akan menemukan hal itu dalam film ini, bro.

Banyak perbedaan yang mencolok dari film ini dibandingkan dengan series Black Mirror – dengan kritis yang sama, film ini disajikan dengan lebih ringan dan mudah dimengerti oleh semua kalangan. Dibalut dengan konsep yang berbeda, film ini tetap menuai antusiasme masyarakat kok, bro!

Bukan Film Dokumenter, Tetapi Mokumenter

Kalau lo biasa dengar film dengan format dokumenter, di Death To 2020 lo akan melihat film dengan format mokumenter. Secara umum, film ini menggambarkan 2020 dalam sebuah dokumenter namun dikemas secara fiksi – alias nggak semuanya yang ada di film ini itu nyata adanya, bro.

Cerita yang mengangkat kisah selama pandemi ini dikemas dengan sangat menarik. Dengan adanya scene wawancara, film ini semakin terasa nyata. Karakter-karakter yang ada didalam film ini pun seakan menceritakan kejadian yang benar dialaminya dalam kehidupan nyata.

Rewind 2020 Dalam Bentuk Film

Kilas Balik tahun 2020 lewat film Death To 2020!

Credit image – netflix UK

Kalau Indonesia kemarin diramaikan dengan video Rewind Indonesia di Youtube, film ini kurang lebih menceritakan kehidupan lo di tahun 2020 secara runtut. Mulai dari ramainya sosial media dengan topik-topik yang aneh, tren TikTok, kampanye Black Lives Matter, dan lain-lainnya.

Dengan durasi 70 menit, film ini berhasil mengemas tahun 2020 ke dalam dokumenter fiksi dengan baik. Dimulai dari bencana kebakaran hutan di Australia di awal tahun sampai masuknya virus COVID-19. Pokoknya, kalau nonton ini lo berasa melihat hidup lo di 2020 dalam bentuk film deh!

Film Sebagai Bentuk Kritik Terhadap Apa Yang Terjadi

Kilas Balik tahun 2020 lewat film Death To 2020!

Credit image - NME

Setelah menonton film ini, pasti lo akan sadar bahwa film ini sebenernya bentuk kritik terhadap apa yang sudah di 2020 – mulai dari arogannya orang-orang terhadap pandemi, kebijakan pemerintah, sampai hal-hal nggak penting yang terjadi di media sosial.

Namun ada hal juga yang akan menyadarkan lo – bahwa film ini juga akan memberikan efek lega kalau lo menjalani tahun yang berat kemarin nggak sendirian, bro.

Mungkin sebenarnya 2020 juga nggak seburuk itu ya, bro – tapi dengan menerapkan kebiasaan baru dan menjalankan hidup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lo merasa kalau tahun ini membosankan dan buruk.

Setelah memasuki tahun 2021, apa yang bisa lo syukuri di tahun 2020 lalu, bro?

 

Feature image - letterboxd