• Music News
  • Fabian Winandi Mellow di Merambah Sepi

Fabian Winandi Mellow di Merambah Sepi

Fri, 06 March 2020
Fabian Winandi dalam promosi lagu “Merambah Sepi”

“Kubiarkan berlalu, tetap datang menyapaku.

Serangkaian rasa kurindu, merambah sepiku.”

Urbaners, lirik di atas adalah petikan lagu terbaru Fabian Winandi yang berjudul “Merambah Sepi”. Sekilas kebayang kan seberapa mellow lagu tersebut? Kalau soal kemampuan mengaduk perasaan lewat lirik dan alunan musik, Fabian memang jago banget! Dalam setiap lagu, ia selalu menaruh sisi personal di setiap karya ciptaannya. Nggak heran kalau lirik lagu tersebut bisa berpadu manis dengan irama bernuansa jazz dan pop.

Fabian termasuk musisi yang serba bisa, Urbaners. Pria kelahiran Bandung ini punya kendali penuh, mulai dari proses penulisan lagu hingga finalisasi dan akhirnya bisa dibawakan di atas panggung. Kini, ia siap blak-blakan dan bercerita soal proses penciptaan lagu teranyarnya. Yuk, simak lebih jauh!

 

Merambah Sepi pada Momen Pribadi

Fabian mengandalkan gitar sebagai alat musik pengantar

Fabian mengawali tahun 2020 dengan sukses meluncurkan single Merambah Sepi. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi Fabian dengan Yonathan Godjali (Yonago). Dalam prosesnya, Fabian menerima tantangan dari Yonago untuk menciptakan lagu dengan pendekatan berbeda, dan hanya boleh dibantu dengan piano elektrik saat membuat lagu. Padahal biasanya, selama proses penciptaan lagu Fabian nggak bisa lepas dari alunan gitar sebagai instrumen fondasi.

“Hasilnya jadi cukup unik, karena terasa sangat berbeda dengan musik-musik saya sebelumnya,” ungkap Fabian. Irama lagu yang terdengar fresh pun terasa kian bermakna lewat ramuan lirik ciptaan Sutansyah Marahakim. Fabian dan kedua temannya setuju untuk mengangkat tema move on sebagai ide utama untuk Merambah Sepi. Ide tersebut jadi menarik karena fase move on nggak melulu soal percintaan, tapi bisa ada di setiap momen kehidupan secara lebih luas.

“Kita mengalaminya berkali-kali. Move on dari masa-masa SMA, kuliah, single, dan seterusnya. Terkadang kenangan yang tersisa sering datang, hingga pada saat itu sepi pun terasa. Pesan terpenting lagu ini sebenarnya tentang melepaskan. Kita harus terus menjalani hidup. Maka untuk terus berjalan, kita harus siap membuka lembaran baru,” papar Fabian yang ingin para pendengarnya bisa ikut menikmati merambah sepi sambil larut dalam momen-momen pribadi.

 

Musik Selalu Menemani Dari Dulu

Fabian ketika manggung di konser bertajuk “Surat” tahun 2017

Nama Fabian sendiri bukan terbilang baru di industri musik tanah air. Pria berkacamata ini telah aktif bermusik sejak tahun 2015 dan menghasilkan dua album dan sejumlah single yang selalu direspons positif oleh pecinta musik. Di album perdana, karya Fabian yang berjudul ‘Sturara’ dan ‘Showtime’ adalah lagu yang ia buat sejak masih duduk di bangku sekolahan. Jadi, lo bisa bayangin, kecintaan Fabian dengan dunia musik emang nggak main-main, Urbaners.

“Saya mulai menulis lagu sejak masa SMP. Saat itu, saya selalu membawa gitar ke sekolah dan sering menulis lagu pada jam istirahat maupun setelah pulang. Rutinitas ini berlanjut hingga kuliah. Saya masih menyimpan lagu-lagu ciptaan tersebut hingga saat ini,” kenang pria lulusan Institut Teknologi Bandung ini. Musik nggak pernah absen menemani Fabian dari masa-masa sulit. Musik selalu jadi penyelamat, sekaligus pengingat.

Kehidupan sehari-hari Fabian pun selalu diwarnai musik. Kalau ada ide yang mampir sekilas, ia segera mengambil ponsel dan merekam nada yang menjadi ide dasar sebelum menciptakan lagu. Senandung tersebut nantinya Fabian beri nama yang disesuaikan dengan tema dari tiap irama. “Belakangan saya selalu review koleksi voicenotes tersebut. Kalau ada yang bernada atau bertema kuat, saya akan garap liriknya secara penuh,” tutur pria yang hobi bermain video games ini.

 

Momen Membekas Selama Bermusik

Menyanyi langsung di panggung jadi salah satu momen favorit Fabian

Meski musik selalu hadir setiap saat, Fabian nggak perlu waktu lama untuk menjawab momen paling berkesan yang dirasakan selama kariernya. Menurut Fabian, kenangan konser tunggal perdana di Bandung pada 2017 lalu amat membekas di ingatan. “Saya ingat semua proses dari persiapan, brainstorming ide, latihan bersama musisi lain, hingga hari pelaksanaannya. Semuanya seperti mimpi,” kata Fabian.

Momen saat berdiri di atas panggung menjadi bagian favoritnya dalam kegiatan bermusik. Rasa bahagia tersebut sama besarnya seperti saat Fabian menulis lagu, tapi dapat menyanyikan langsung di depan pendengar memberikan kesan dinamis. Berbeda dengan proses menulis lagu, dimana rasanya lebih personal. “Karya-karya terbaik muncul apabila saya merasakan suatu perasaan kuat. Bisa senang, sedih, terharu, bahagia, menyesal, dan sebagainya.”

Perasaan kuat tersebut berlaku pada lagu ciptaannya yang berjudul ‘Pelipur Lara’ dari album “Surat”. “Lagunya saya ciptakan saat hampir memutuskan berhenti bermusik. Lalu membaca banyak pesan di media sosial dari pendengar yang memberi dukungan untuk musik saya. Pada akhirnya, lagu-lagu saya akan jauh lebih berarti apabila bisa menjadi pelipur lara bagi para pendengar,” harap Fabian.

 

Siap dengan Karya Berikutnya

Fabian sudah menyiapkan karya berikutnya di tengah promosi ‘Merambah Sepi’

Setelah Merambah Sepi, ternyata Fabian sudah memiliki beberapa rencana lain. Saat ini, ia tengah menyusun materi-materi baru untuk album ketiga. Menariknya, Fabian berencana untuk melibatkan pendengar musik dalam proses pembuatannya. Selain persiapan album baru, ia juga ternyata akan merilis sebuah karya kolaborasi bersama Siloka, band asal Bandung yang membawa gambang dan angklung dalam performance mereka.

Biar nggak ketinggalan karya terbaru Fabian, lo juga bisa ikutin akun Instagram @FabianWinandi supaya nggak kelewatan kabar terbaru. Meski baru membagikan teaser, Fabian mengatakan lagu-lagunya akan selalu masuk dalam kategori easy listening. Ia nggak bosan merilis karya baru untuk terus memberikan kesan fresh dan seru di telinga pendengar.

“Saya berharap bisa segera merilis album ketiga, keempat, dan seterusnya. Saya juga berharap bisa segera menggelar konser dalam waktu dekat. Bila suatu saat diberi kesempatan untuk mengadakan konser lagi, saya akan dengan senang menjalani proses ini berulang-ulang dengan sepenuh hati. Mungkin selanjutnya di luar kota, mengunjungi pendengar-pendengar saya di seluruh Indonesia,” tutup Fabian.

Dave Grohl Melansir Akun IG Khusus Cerita Konyol Hingga Interupsi Hantu

Fri, 03 April 2020
Dave Grohl dalam salah satu penampilan panggungnya bersama The Foo Fighters

Nggak jauh berbeda dengan kebanyakan orang, Dave Grohl pentolan Foo Fighters ini tampaknya mulai merasa jenuh dan bosan dengan kewajiban tetap berada di dalam rumah selama wabah virus Corona. Beberapa dari lo yang membaca ini, mungkin merasakan hal yang sama dikarenakan nggak banyak hal yang dapat dilakukan saat harus berdiam di rumah sepanjang hari, apalagi selama berminggu-minggu. Namun, Grohl tahu cara mengatasi kebosanan ini.

 

Bikin Akun Instagram Baru

Tim Cook sedang memperkenalkan iPhone terbaru saat itu pada Dave Grohl

Untuk mengusir kebosanan di rumah selama masa isolasi, selain work from home, lo bisa saja menghabiskan sebagian besar waktu buat bermain game baru, mencoba resep dalgona coffee yang sedang viral, atau scrolling media sosial berjam-jam. Ide ini sepertinya yang membuat Grohl memutuskan membuat akun Instagram dengan nama @davestruestories dengan unggahan pertama tertanggal 25 Maret 2020 lalu.

Belum lama dibuat, akun milik Grohl ini sudah memiliki 277ribu pengikut. Ide Grohl nampak sangat sederhana. Ia hanya ingin membagikan cerita konyol yang dia alami sendiri di feed akun Instagram barunya ini, termasuk beberapa lawakan konyol. Tujuannya jelas untuk mengusir rasa jenuh dan bosan karena nggak bisa kemana-mana. Grohl juga berharap akun sampingannya ini dapat menghibur para pengikutnya dan bisa lebih betah di rumah.

 

Perkenalan Konyol Grohl

Dave Grohl sedang bermain drum

 “Hi. My Name is Dave. Sometimes I play drums. Sometimes I play guitar. Sometimes I tell stories. I’m currently looking for work, so I thought I’d pass the time by writing true short stories that will make people smile. (I’m also a total f****ng spaz who can’t sit around doing nothing).

My mother was a brilliant English teacher, my father a wicked speechwriter, so I decided to rebel by not paying attention to grammar and/or punctuation in school. (That, and cranking death metal 24/7 from my bedroom stereo). So… Have mercy. Not going for a Nobel Prize in literature here.

I Look forward to sharing some of the more ridiculous moments of my life with you. Stay tuned!

Wash your f****ng hands.

Dave”

Unggahan pertama yang dimuat Dave Grohl di akun baru tersebut adalah sebuah perkenalan singkat dengan celetukan-celetukan konyol dan lucu. Kalau lo tertarik dengan cerita-cerita yang akan dibagikan sang musisi, bisa langsung follow akunnya di Instagram.

 

Interupsi Hantu saat Menggarap Album

Dave Grohl tampak santai di dalam sebuah studio rekaman

Selain perkenalannya yang konyol, dan ide briliannya yang disambut hangat para fans untuk mengusir jenuh selama masa isolasi. Grohl juga sempat membagikan cerita yang dia alami saat masih bersama Nirvana, bermain drum bersama band populer tersebut.

Kisah terjadi saat mereka sedang merekam album mereka di sebuah rumah tua di Encino, California. Grohl dan personil lain yang berada di sana bisa merasakan situasi yang aneh. Alat-alat musik yang mereka pakai juga menghasilkan suara yang fals serta hasil rekaman yang sudah dilakukan terhapus begitu saja.

“We would open up a Pro Tools session and tracks would be missing. There were some tracks that were put on there that we didn’t put on there. But just like weird open mic noises. Nobody playing an instrument or anything like that, just an open mic recording a room.” Begitu tulis Grohl dalam unggahannya di Instagram yang sejauh ini masih berisi tiga unggahan.

 

 

 

Sources: Music-News, Radiox, WTFM