• Music News
  • Ngobrol Seru #MumpungLagiDiRumah bareng Barry Likumahuwa dan Adinda Shalahita

Ngobrol Seru #MumpungLagiDiRumah bareng Barry Likumahuwa dan Adinda Shalahita

Wed, 08 July 2020
Ngobrol Seru #MumpungLagiDiRumah bareng Barry Likumahuwa dan Adinda Shalahita

Kondisi pandemi Covid-19 memang mempengaruhi pekerjaan banyak orang. Tapi, kalau lo bisa nemu celahnya, sebenarnya produktivitas masih bisa jalan kok, bahkan bisa meningkat. Lo juga nggak perlu takut bosan, karena #MumpungLagiDiRumah, @MLDSPOT mengundang musisi-musisi Indonesia untuk menghibur lo dengan sesi Intimate Sound. Nah, pada tanggal 1 Juli 2020, giliran Barry Likumahuwa dan Adinda Shalahita yang hadir buat sharing kehidupan selama pandemi dan bawain lagu-lagu mereka.

Nama Barry Likumahuwa tentu udah nggak asing lagi bagi penikmat jazz Tanah Air. Bassist muda berbakat ini juga putra dari pemusik jazz senior Indonesia, Almarhum Benny Likumahuwa. Sedangkan Adinda Shalahita adalah sang istri yang juga seorang penyanyi jazz dan sempat menjadi backing vocal dari Barry Likumahuwa Project.

Penasaran gimana sesi sharing mereka? Langsung saja simak keseruan Intimate Sound persembahan dari MLDSPOT!

 

Fokus pada Hal Positif dan Belajar

Sekian lama berada di rumah, Barry memanfaatkan waktu senggang untuk melatih skill-nya. Mixing menjadi kemampuan baru yang Barry dapatkan untuk membantunya memproduksi karya. “Gua akhirnya belajar mixing, sesuatu yang di  luar kebiasaan banget dan ternyata menyenangkan,” kata Barry.

Hasil belajar tersebut berhasil membuahkan sebuah karya berkat kolaborasi pasangan suami istri ini dalam single berjudul “Focus”. “Sejak melakukan karantina mandiri selama pandemi, kami memutuskan untuk nggak memusatkan perhatian pada hal-hal buruk. Sebaliknya, kami ingin fokus pada hal-hal yang baik, dan bagaimana kita dapat mempengaruhi orang lain untuk menjaga atmosfer yang positif,” ungkap Adinda.

Uniknya, lagu ini disusun di kamar tidur Barry dan Dinda yang nyaman, yang juga digunakan sebagai lokasi saat Instagram Live bareng MLDSPOT. Melalui lagu ini, Barry dan Adinda ingin menyampaikan pesan agar fokus aja sama peran lo di masa-masa sulit ini. Kita pasti bisa melewatinya bersama!

 

Hobi Baru Anti Bosan

Jika Barry meningkatkan keterampilan mixing-nya, Adinda belakangan jadi rajin mencoba memasak menu baru. Barry mengakui bahwa ternyata kemampuan masak sang istri ini patut diacungi jempol, “Dia cuma gagal di hari pertama, keasinan! Selanjutnya nggak ada masalah sih, enak.” Hobi ini juga diikuti oleh Barry yang mulai gemar memasak mac and cheese dan beragam jenis pasta lainnya.

Mengerjakan sesuatu yang menjadi hobi bisa membantu lo untuk stay sane ketika udah nggak bisa ke mana-mana. Adinda mengaku sudah tiga bulan nggak pernah ke luar rumah. Walaupun sempat bosan, namun ia bersyukur punya lebih banyak waktu bersama suami dan sang anak, Jeremiah Likumahuwa.

 

Dampak pada Musisi

Barry mengungkapkan bahwa profesinya sebagai musisi menjadi salah satu yang terdampak langsung dan mengalami guncangan karena pandemi. Sejak Maret, ada sekitar 10 hingga 15 gigs yang harus ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Juli ini pun seharusnya Barry memulai roadshow baru.

Namun, Barry dan Adinda tetap bersyukur karena apa pun situasinya masih bisa fokus dengan hal baik. Selama pandemi, pasangan yang menikah pada 11 Agustus 2018 di Maluku ini juga belajar untuk lebih selektif. Mereka menahan untuk nggak membeli barang-barang yang nggak esensial dan lebih banyak bersyukur atas apa yang dimiliki.

Ngobrol Seru #MumpungLagiDiRumah bareng Barry Likumahuwa dan Adinda Shalahita

Mendiang Benny Likumahuwa Sumber Inspirasi Bermusik

Ketika ditanya netizen siapa yang menjadi inspirasi bermusik Barry dan Adinda, keduanya memberikan jawaban yang berbeda. Adinda mengidolakan Janet Jackson dan Alicia Keys sedangkan suaminya terinspirasi oleh John Coltrane, Marcus Miller, Glenn Fredly, dan ayahnya sendiri, almarhum Benny Likumahuwa.

Keduanya mengungkapkan kekaguman terhadap sang ayah. Adinda memandang ayah mertuanya sebagai pribadi yang tegas dan selalu mendorongnya agar tidak nervous ketika akan manggung. Barry menilai ayahnya adalah seorang yang objektif. Bila suatu karya atau penampilan memang bagus, dia nggak akan segan memuji. Begitu pun sebaliknya. Barry sendiri mengaku hanya pernah merasakan pujian itu sekitar 5 kali saja sepanjang dia berkarya. Ayah adalah pahlawan bagi Barry, yang tanpanya, dia bukanlah siapa-siapa hingga saat ini.

Kadang, Barry juga masih merasakan rindu akan ayahnya yang baru saja wafat pada 9 Juni 2020 lalu. “Buat gua pribadi, sedihnya cukup dua tiga hari aja, sisanya gua lebih merayakan kehidupan mereka berdua (Glenn dan ayahnya),” kata Barry. Barry pun nggak menyangka bahwa ayahnya sangat berdampak ke banyak orang hingga Barry menerima ucapan belasungkawa dari orang-orang yang tidak terduga, “Gua sangat mengucap syukur karena ternyata papa dalam kehidupannya, baik dalam kelebihan dan kekurangan dia secara pribadi maupun karakternya atau apa pun, ternyata dia berdampak buat banyak orang.”

 

Tampil Asik Berdua

Di sela-sela waktu untuk menjawab pertanyaan dari para penonton Intimate Sound MLDSPOT, Barry dan Adinda menyanyikan beberapa lagu untuk mengobati rasa rindu mereka dan para fans buat segera perform lagi. Single terbaru mereka, Focus, menjadi lagu pertama yang dibawakan. Adinda kemudian membawakan single-nya yang dirilis tahun 2017 berjudul “Terbiasa”. Pasangan ini juga asik banget ketika membawakan cover lagu “Sunday Best” dari Surface. “Craze (Yang Terindah)” dari Barry Likumahuwa Project (BLP) jadi lagu penutup sesi ngobrol dan nge-jam bareng Barry dan Adinda di Intimate Sound MLDSPOT.

Satu jam mantengin Intimate Sound di MLDSPOT terasa seru banget! Nggak cuma Barry Likumahuwa dan Adinda Shalahita aja, masih ada banyak musisi lain yang bakal join di sini. Lo bisa berinteraksi langsung sama musisi idola lo, tahu update kabarnya, sekaligus nonton online performance mereka.

Ada lagi yang nggak kalah seru nih, karena buat lo yang punya pertanyaan paling menarik, bakal  dapetin hadiah hingga jutaan rupiah! Stay tune di Instagram @MLDSPOT buat join di Intimate Sound selanjutnya, #MumpungLagiDiRumah!

 

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.