Penuh Dengan Kolaborasi: Laze Rilis Album Kedua 'Puncak Janggal' - MLDSPOT
  • Music News
  • Penuh Dengan Kolaborasi: Laze Rilis Album Kedua 'Puncak Janggal'

Penuh Dengan Kolaborasi: Laze Rilis Album Kedua 'Puncak Janggal'

Tue, 24 November 2020
album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Setelah sukses dengan album pertamanya yang berjudul Waktu Bicara, Laze nggak gampang puas dengan hal itu semua karena ia punya tujuan tersendiri. Laze ingin memajukan hip-hop berbahasa Indonesia dengan rilisnya album keduanya: ‘Puncak Janggal”.

Kurang lebih baru sekitar satu minggu yang lalu – tepatnya di tanggal 13 November 2020, Laze merilis album keduanya yang berisikan 14 lagu. Album ini jadi salah satu effort dari Laze untuk membuat hip-hop lebih ramah dari pendekatan musiknya lebih ke pop, visual yang keren sampai para kolaborator yang luar biasa.

Well, seperti diketahui bersama bro, kalau genre hip-hop di Indonesia sendiri mungkin masih tertutupi dengan bayang-bayang genre musik lainnya. Mungkin kebanyakan masih suka dengan pop, jazz atau bahkan dangdut. Ya tidak apa-apa sih, karena selera musik tiap individu pasti berbeda.

Namun, Laze di album keduanya ini membawa banyak kejutan, lho. Musik hip-hop yang ia bawakan jadi warna tersendiri di industri musik tanah air. Ditambah dari nama atau judul albumnya sendiri, menyiratkan banyak cerita yang mau ia sampaikan.

Nah buat lo yang jadi makin penasaran sama album kedua dari Laze, tenang bro – lo sudah berada di halaman artikel yang tepat karena di bawah ini terdapat bahasannya juga. Biar lo tahu dengan lengkap, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Laze Mau Cerita Apa Sih di Album Kedua Ini?

album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Credit Image: jpnn.com

Album kedua Laze yaitu Puncak Janggal, dari namanya saja seperti merepresentasikan banyak cerita yang mau disampaikan, menurut lo sendiri nih bro – kenapa Laze memberikan nama pada album keduanya ini dengan nama Puncak Janggal, ya?

Dilansir dari USSFEED – Laze di dalam pers rilisnya, mengatakan kalau album ini tentang manusia, dalam hal ini, dirinya yang mendambakan sebuah puncak di kehidupannya. Laze penasaran dengan ada apa di atas puncak tersebut. Laze bercerita kalau dari ia kecil – ia sudah mendambakan untuk jadi musisi, namun ternyata harapannya itu tidak begitu sesuai dengan kenyataannya.

Album kedua Laze – Puncak Janggal – juga bercerita soal proses bagaimana usaha seseorang memanjat sebuah puncak dengan segala perasaannya yang tidak begitu nyaman. Ketika sudah berada di puncak, seseorang itu merasakan banyak kejanggalan.

Masih dilansir dari situs yang sama – Puncak Janggal sendiri juga jadi renungan tentang bagaimana seseorang bisa mencapai kesuksesan dan menikmati ketenarannya yang fana. Puncak Janggal juga bercerita kalau seseorang tidak perlu mengorbankan prinsip sampai integritas untuk bisa mencapai sebuah puncak tinggi.

Berdasarkan berbagai cerita yang ada di atas – Puncak Janggal jadi album yang dipenuhi dengan musik hip-hop yang identik dengan sisi kehidupan yang glamor, eksklusif, namun kelam dan gelap.

 

Puncak Janggal Jadi Album Penuh Kolaborasi

album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Credit Image: republika.co.id

Album kedua dari Laze yaitu Puncak Janggal ini – seperti yang disebutkan sebelumnya, jadi albumnya yang penuh dengan kolaborasi. Sebut saja seperti Randy MP, Laze mengajaknya berkolaborasi karena mengetahui kemampuannya memainkan alat musik.

Lalu ada beberapa nama lagi untuk Puncak Janggal ini. Sebut saja seperti Riza Rinanto yang berkolaborasi di lagu Dari Layar dan Dari Jendela, kemudian ada Monty Hasan di lagu Turun dari Langit, terus ada Marcellino Aditya untuk lagu Bintang Lima.

Dari segi musiknya sendiri juga – Puncak Janggal merupakan hasil kolaborasi beberapa musisi mumpuni. Sebut saja seperti Kay Oscar, Petra Sihombing, Kara Chenoa, Ben Sihombing, Hindia sampai Mono yang ikut andil dalam Puncak Janggal.

Hasilnya? Coba lo dengar sendiri nih!

Wah bagaimana nih bro? Pahamkan bagaimana album kedua dari Laze ini jadi warna tersendiri di industri musik tanah air?

 

Feature Image – whiteboardjournal.com

 

Album Baru, Tahun Baru: Mocca Ngajak Lo Untuk Datang Ke Konser Virtualnya nih, Bro!

Thu, 07 January 2021
Album Baru Mocca Yang Mengharapkan Semangat dan Optimisme di Tahun baru, Kulik bareng yuk, bro!

Sangat disayangkan, ternyata di 2021 kita masih belum bisa menikmati music secara offline dan masih tetap menikmatinya cuma di depan layar lo atau dengan cara virtual. Banyak banget konser music tahunan di 2020 yang harus lo nikmati di rumah.

Selain konser, ada banyak juga musisi yang mencoba merilis album barunya ditengah keterbatasan yang ada. Memang nggak banyak hal yang bisa lo lakukan di rumah, tapi ada musisi yang emang lebih memilih untuk menjadi produktif dan menghadiahkan lagu baru untuk para penggemarnya selama berada dirumah.

Mocca, salah satu grup musik yang sudah 21 tahun berkarya ini salah satu musisi yang justru semakin produktif di tengah keterbatasan yang di alaminya ini, bro. Bertepatan dengan anniversary mereka ke 21 tahun atau tepatnya 11 November 2020 lalu, mereka merilis album baru yang bertajuk “Day By Day”, bro!

Selain melahirkan anak baru, kabarnya Mocca juga mau mengadakan konser virtual sebagai selebrasi album barunya nih. Dikemas seperti apa sih album baru Mocca ini, bro? Kita kulik bareng di artikel ini ya!

Album Yang Mencoba Membangun Harapan dan Optimisme

Nggak banyak orang yang bisa survive di masa-masa sulit ini, bro. Ada yang harus dirumahkan dari kerjanya, ada yang harus kehilangan anggota keluarganya, terpisah dari keluarga, dan banyak kejadian nggak mengenakan lainnya.

Untuk membangun semangat kita semua, di album Day By Day ini Mocca mencoba menghadirkan suasana yang membangun harapan dan optimisme bagi para pendengarnya – sesuai apa yang saat ini kita semua butuhkan, bro.

Nggak Cuma di Indonesia, Ternyata Juga Rilis di Negara Tetangga!

Album Baru Mocca Yang Mengharapkan Semangat dan Optimisme di Tahun baru, Kulik bareng yuk, bro!

Credit image – matamatamusik

Setelah dirilis di Indonesia saat perayaan hari jadinya yang ke 21 pada November 2020 lalu, Mocca juga merilis album ini di beberapa negara tetangga, bro – mengharumkan nama bangsa banget ya!

Nggak Cuma dirilis dalam bentuk digital aja, Mocca juga merilis album ini secara fisik dalam bentuk CD dengan jumlah terbatas – Cuma 500 copy, bro!

Dengan jumlah sedikit itu, Mocca mendsitribusikan album fisik ini ke beberapa negara besar tetangga – seperti Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Nggak tanggung-tanggung, Mocca bahkan memproduksi salah satu lagu dalam bahas kepang, bro!

Keren banget, ya?

Selebrasi Walau Dibatasi

Album Baru Mocca Yang Mengharapkan Semangat dan Optimisme di Tahun baru, Kulik bareng yuk, bro!

Credit image – ijn news

Sebagai perayaan hari jadi dan perilisan album baru, Mocca bekerjasama dengan SOCA – salah satu start up Live Events dan Digital Arts untuk membuat konser virtual.

Selebrasi berjudul “Soca In Depth: Day By Day Virtual Concert” ini hadir dalam bentuk film pendek. Dalam film ini, para pendengar Mocca dapat menyaksikan penampilan dan experience dari album baru Mocca ke dalam satu cerita ini.

Selain itu, konser ini juga dilengkapi dengan teknologi 360-shot videography – dengan teknologi ini pastinya Mocca berharap para pendengarnya bisa merasakan experience seperti nonton secara offline. Mocca juga sudah mulai penjualan tiket konser ini dari 28 Desember, bro.

Dengan mencoba menghadirkan sensasi berbeda dari konser-konser virtual pada umumnya, Mocca mencoba menmpersiapkan konser yang tak terlupakan dan menyenangkan meskipun dengan keterbatasan – yah, cuma bisa lewat layar sih, tapi persiapan yang cukup matang ya, bro? sepertinya para MoccaFriends nggak akan kecewa untuk nonton konser ini, bro!

Baik penggemar Mocca atau bukan, sepertinya album baru ini bisa jadi penyemangat lo dalam memasuki tahun baru, bro. Jadi, siap untuk menyusun harapan baru di 2021, bro?

 

Feature image – cultura magazine