Cage the Elephant, Band Dengan Member Eks Tukang Ledeng yang Berhasil Jadi Bintang Rock Terkenal - MLDSPOT
  • Music News
  • Cage the Elephant, Band Dengan Member Eks Tukang Ledeng yang Berhasil Jadi Bintang Rock Terkenal

Cage the Elephant, Band Dengan Member Eks Tukang Ledeng yang Berhasil Jadi Bintang Rock Terkenal

Thu, 28 July 2016

Pecinta musik alternative rock mungkin familiar dengan band yang satu ini, Cage the Elephant. Band asal Kentucky, Amerika Serikat, ini mulai dikenal publik sejak single pertama mereka Ain’t No Rest for the Wicked menginjak tangga lagu di berbagai negara di dunia antara lain Amerika Serikat, Jepang, bahkan Australia. Siapa sangka, semua anggotanya merupakan mantan pekerja dengan bayaran pas-pasan mulai dari telemarketer hingga tukang ledeng.

 

Terinspirasi oleh band grunge

Buat lo yang belum tahu band satu ini, rugi banget deh. Pasalnya, band ini punya gaya lagu yang cukup menarik. Dengan personel Matthew Shultz (vokalis), Brad Shultz (gitar), Jared Champion (drummer), Daniel Tichenor (bassist), Matthan Minster (keyboardist) dan Nick Bockrath (gitar), Cage the Elephant mengambil genre musik rock yang terinspirasi oleh dua band punk kenamaan, Pixies dan Nirvana.

Lo bisa coba dengerin album kedua mereka, Thank You, Happy Birthday, yang dirilis pada tahun 2011. Salah satu lagu di album ini, Shake Me Down, bisa lo nikmatin untuk memahami gaya lagu yang mereka bawa. Lagu tersebut bahkan masuk sebagai nominasi Best Rock Video terbaik di ajang MTV Music Award pada tahun yang sama.

 

Dapat nama dari orang gila

Lucunya, semua anggota band ini punya pekerjaan yang nggak ada hubungannya dengan musik sebelum mereka membentuk band ini. Matt misalnya, bekerja di proyek bangunan sebagai tukang ledeng. Saat itu Matt memiliki pemikiran bahwa dirinya akan tetap seperti itu sepanjang usianya bila nggak keluar dari pekerjaan tersebut. Matt pun keluar dan bekerja di bar sandwich bersama Brad yang sebelumnya bekerja sebagai telemarketer. Daniel sebelumnya bekerja di retail kebutuhan rumah tangga, sedangkan Jared bekerja di sebuah toko hewan peliharaan. Nick adalah satu-satunya yang memiliki pengalaman di bidang musik karena sebelumnya dia bermain bass untuk Morning Teleportation. Sedangkan Matthan pernah mendirikan band bernama YOURS di tahun 2010.

Nama band ini bisa dibilang cukup nyeleneh. Siapa sangka, nama ini merupakan usulan dari orang gila. Tahun 2006, Matthew tak sengaja bertemu dengan orang gila yang mendekati mereka setelah tampil. Orang tersebut kemudian memeluk Matt dan mengulang kalimat yang sama: “You have to cage the elephant!” Dari situlah nama band ini ditentukan.

Buat lo yang pengen nyobain lagu-lagu mereka, bisa mulai dari lagu Ain’t No Rest for the Wicked dan lanjut ke album kedua mereka, Thank You, Happy Birthday. Lo langsung jatuh hati dengan mereka.

Penuh Dengan Kolaborasi: Laze Rilis Album Kedua 'Puncak Janggal'

Tue, 24 November 2020
album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Setelah sukses dengan album pertamanya yang berjudul Waktu Bicara, Laze nggak gampang puas dengan hal itu semua karena ia punya tujuan tersendiri. Laze ingin memajukan hip-hop berbahasa Indonesia dengan rilisnya album keduanya: ‘Puncak Janggal”.

Kurang lebih baru sekitar satu minggu yang lalu – tepatnya di tanggal 13 November 2020, Laze merilis album keduanya yang berisikan 14 lagu. Album ini jadi salah satu effort dari Laze untuk membuat hip-hop lebih ramah dari pendekatan musiknya lebih ke pop, visual yang keren sampai para kolaborator yang luar biasa.

Well, seperti diketahui bersama bro, kalau genre hip-hop di Indonesia sendiri mungkin masih tertutupi dengan bayang-bayang genre musik lainnya. Mungkin kebanyakan masih suka dengan pop, jazz atau bahkan dangdut. Ya tidak apa-apa sih, karena selera musik tiap individu pasti berbeda.

Namun, Laze di album keduanya ini membawa banyak kejutan, lho. Musik hip-hop yang ia bawakan jadi warna tersendiri di industri musik tanah air. Ditambah dari nama atau judul albumnya sendiri, menyiratkan banyak cerita yang mau ia sampaikan.

Nah buat lo yang jadi makin penasaran sama album kedua dari Laze, tenang bro – lo sudah berada di halaman artikel yang tepat karena di bawah ini terdapat bahasannya juga. Biar lo tahu dengan lengkap, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Laze Mau Cerita Apa Sih di Album Kedua Ini?

album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Credit Image: jpnn.com

Album kedua Laze yaitu Puncak Janggal, dari namanya saja seperti merepresentasikan banyak cerita yang mau disampaikan, menurut lo sendiri nih bro – kenapa Laze memberikan nama pada album keduanya ini dengan nama Puncak Janggal, ya?

Dilansir dari USSFEED – Laze di dalam pers rilisnya, mengatakan kalau album ini tentang manusia, dalam hal ini, dirinya yang mendambakan sebuah puncak di kehidupannya. Laze penasaran dengan ada apa di atas puncak tersebut. Laze bercerita kalau dari ia kecil – ia sudah mendambakan untuk jadi musisi, namun ternyata harapannya itu tidak begitu sesuai dengan kenyataannya.

Album kedua Laze – Puncak Janggal – juga bercerita soal proses bagaimana usaha seseorang memanjat sebuah puncak dengan segala perasaannya yang tidak begitu nyaman. Ketika sudah berada di puncak, seseorang itu merasakan banyak kejanggalan.

Masih dilansir dari situs yang sama – Puncak Janggal sendiri juga jadi renungan tentang bagaimana seseorang bisa mencapai kesuksesan dan menikmati ketenarannya yang fana. Puncak Janggal juga bercerita kalau seseorang tidak perlu mengorbankan prinsip sampai integritas untuk bisa mencapai sebuah puncak tinggi.

Berdasarkan berbagai cerita yang ada di atas – Puncak Janggal jadi album yang dipenuhi dengan musik hip-hop yang identik dengan sisi kehidupan yang glamor, eksklusif, namun kelam dan gelap.

 

Puncak Janggal Jadi Album Penuh Kolaborasi

album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Credit Image: republika.co.id

Album kedua dari Laze yaitu Puncak Janggal ini – seperti yang disebutkan sebelumnya, jadi albumnya yang penuh dengan kolaborasi. Sebut saja seperti Randy MP, Laze mengajaknya berkolaborasi karena mengetahui kemampuannya memainkan alat musik.

Lalu ada beberapa nama lagi untuk Puncak Janggal ini. Sebut saja seperti Riza Rinanto yang berkolaborasi di lagu Dari Layar dan Dari Jendela, kemudian ada Monty Hasan di lagu Turun dari Langit, terus ada Marcellino Aditya untuk lagu Bintang Lima.

Dari segi musiknya sendiri juga – Puncak Janggal merupakan hasil kolaborasi beberapa musisi mumpuni. Sebut saja seperti Kay Oscar, Petra Sihombing, Kara Chenoa, Ben Sihombing, Hindia sampai Mono yang ikut andil dalam Puncak Janggal.

Hasilnya? Coba lo dengar sendiri nih!

Wah bagaimana nih bro? Pahamkan bagaimana album kedua dari Laze ini jadi warna tersendiri di industri musik tanah air?

 

Feature Image – whiteboardjournal.com