Needtobreathe Raih Posisi Puncak di Billboard’s Top Rock Albums untuk Ketiga Kalinya - MLDSPOT
  • Music News
  • Needtobreathe Raih Posisi Puncak di Billboard’s Top Rock Albums untuk Ketiga Kalinya

Needtobreathe Raih Posisi Puncak di Billboard’s Top Rock Albums untuk Ketiga Kalinya

Tue, 16 August 2016

Siapa yang bilang kalau lagu religi nggak bisa naik ke puncak tangga lagu? Buktinya, band yang satu ini berhasil mengalahkan band debutan sekelas Dirty Heads dan bahkan Good Charlotte di tangga lagu yang dirilis oleh Billboard beberapa waktu yang lalu. Siapakah mereka? Apa prestasi mereka yang lain hingga mampu mengungguli band-band rock kelas dunia?

Album religi rajai dua puncak tangga lagu Billboard

Needtobreathe Raih Posisi Puncak di Billboard’s Top Rock Albums untuk Ketiga Kalinya
Adalah Needtobreathe, sebuah band religi Kristiani beraliran rock asal Amerika Serikat yang baru-baru ini memuncaki tangga lagu Billboard di kategori Top Rock Albums melalui album terbaru mereka yang berjudul HARDLOVE. Album ini menempati puncak tangga lagu per tanggal 6 Agustus lalu dengan 46 ribu copy terjual di akhir bulan Juli lalu.

Peraihan ini adalah untuk yang ketiga kalinya, setelah tahun 2014 dengan album Rivers in the Wasteland dan tahun 2011 dengan album The Reckoning. Album ini juga masuk di kategori Alternative Album dan jadi yang kedua kalinya setelah Rivers. Selain itu, album ini juga meraih urutan No.2 di kategori Billboard 200, raihan terbaik Needtobreathe, mengalahkan Rivers yang menduduki urutan No.3 di kategori yang sama.

Sebagai tambahan, HARDLOVE juga menduduki urutan pertama di kategori Top Christian Album, membuat album ini sebagai album ketiga dari mereka yang menduduki urutan puncak, sekali lagi mengikuti Rivers dan The Reckoning.

Kalahkan dua band hebat

Needtobreathe Raih Posisi Puncak di Billboard’s Top Rock Albums untuk Ketiga Kalinya
Sementara itu, posisi No.2 baik di kategori Top Rock Albums dan Alternative Albums ada Dirty Heads dengan album self-titled mereka, yang berhasil terjual 21 ribu copy di minggu pertamanya. Band beraliran reggae rock ini muncul dengan single mereka, That’s All I Need.

Di No.4, dua kategori yang sama, diduduki oleh band pop-punk, Good Charlotte. Band yang dipimpin oleh dua bersaudara Joel dan Benji Madden ini kembali dengan album terbaru mereka Youth Authority yang merupakan album studio pertama mereka dalam 6 tahun belakangan dan terjual 14 ribu copy.

Jadi, masih ragu kalau lagu religi nggak bisa masuk ke daftar puncak tangga lagu musik dunia? Jangan lagi deh anggap remeh lagu-lagu bikinan band religi. Toh, buktinya udah ketahuan. Mungkin ini sudah kehendak Yang Kuasa…

Source:
billboard.com

Penuh Dengan Kolaborasi: Laze Rilis Album Kedua 'Puncak Janggal'

Tue, 24 November 2020
album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Setelah sukses dengan album pertamanya yang berjudul Waktu Bicara, Laze nggak gampang puas dengan hal itu semua karena ia punya tujuan tersendiri. Laze ingin memajukan hip-hop berbahasa Indonesia dengan rilisnya album keduanya: ‘Puncak Janggal”.

Kurang lebih baru sekitar satu minggu yang lalu – tepatnya di tanggal 13 November 2020, Laze merilis album keduanya yang berisikan 14 lagu. Album ini jadi salah satu effort dari Laze untuk membuat hip-hop lebih ramah dari pendekatan musiknya lebih ke pop, visual yang keren sampai para kolaborator yang luar biasa.

Well, seperti diketahui bersama bro, kalau genre hip-hop di Indonesia sendiri mungkin masih tertutupi dengan bayang-bayang genre musik lainnya. Mungkin kebanyakan masih suka dengan pop, jazz atau bahkan dangdut. Ya tidak apa-apa sih, karena selera musik tiap individu pasti berbeda.

Namun, Laze di album keduanya ini membawa banyak kejutan, lho. Musik hip-hop yang ia bawakan jadi warna tersendiri di industri musik tanah air. Ditambah dari nama atau judul albumnya sendiri, menyiratkan banyak cerita yang mau ia sampaikan.

Nah buat lo yang jadi makin penasaran sama album kedua dari Laze, tenang bro – lo sudah berada di halaman artikel yang tepat karena di bawah ini terdapat bahasannya juga. Biar lo tahu dengan lengkap, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Laze Mau Cerita Apa Sih di Album Kedua Ini?

album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Credit Image: jpnn.com

Album kedua Laze yaitu Puncak Janggal, dari namanya saja seperti merepresentasikan banyak cerita yang mau disampaikan, menurut lo sendiri nih bro – kenapa Laze memberikan nama pada album keduanya ini dengan nama Puncak Janggal, ya?

Dilansir dari USSFEED – Laze di dalam pers rilisnya, mengatakan kalau album ini tentang manusia, dalam hal ini, dirinya yang mendambakan sebuah puncak di kehidupannya. Laze penasaran dengan ada apa di atas puncak tersebut. Laze bercerita kalau dari ia kecil – ia sudah mendambakan untuk jadi musisi, namun ternyata harapannya itu tidak begitu sesuai dengan kenyataannya.

Album kedua Laze – Puncak Janggal – juga bercerita soal proses bagaimana usaha seseorang memanjat sebuah puncak dengan segala perasaannya yang tidak begitu nyaman. Ketika sudah berada di puncak, seseorang itu merasakan banyak kejanggalan.

Masih dilansir dari situs yang sama – Puncak Janggal sendiri juga jadi renungan tentang bagaimana seseorang bisa mencapai kesuksesan dan menikmati ketenarannya yang fana. Puncak Janggal juga bercerita kalau seseorang tidak perlu mengorbankan prinsip sampai integritas untuk bisa mencapai sebuah puncak tinggi.

Berdasarkan berbagai cerita yang ada di atas – Puncak Janggal jadi album yang dipenuhi dengan musik hip-hop yang identik dengan sisi kehidupan yang glamor, eksklusif, namun kelam dan gelap.

 

Puncak Janggal Jadi Album Penuh Kolaborasi

album kedua Laze - Puncak Janggal jadi album penuh cerita dan karya kolaborasi banyak musisi!

Credit Image: republika.co.id

Album kedua dari Laze yaitu Puncak Janggal ini – seperti yang disebutkan sebelumnya, jadi albumnya yang penuh dengan kolaborasi. Sebut saja seperti Randy MP, Laze mengajaknya berkolaborasi karena mengetahui kemampuannya memainkan alat musik.

Lalu ada beberapa nama lagi untuk Puncak Janggal ini. Sebut saja seperti Riza Rinanto yang berkolaborasi di lagu Dari Layar dan Dari Jendela, kemudian ada Monty Hasan di lagu Turun dari Langit, terus ada Marcellino Aditya untuk lagu Bintang Lima.

Dari segi musiknya sendiri juga – Puncak Janggal merupakan hasil kolaborasi beberapa musisi mumpuni. Sebut saja seperti Kay Oscar, Petra Sihombing, Kara Chenoa, Ben Sihombing, Hindia sampai Mono yang ikut andil dalam Puncak Janggal.

Hasilnya? Coba lo dengar sendiri nih!

Wah bagaimana nih bro? Pahamkan bagaimana album kedua dari Laze ini jadi warna tersendiri di industri musik tanah air?

 

Feature Image – whiteboardjournal.com