• News
  • Garage Engine: Saat Automotif Disulap Menjadi Produk Home & Living

Garage Engine: Saat Automotif Disulap Menjadi Produk Home & Living

Wed, 26 September 2018
Garage engine

"Memberi kehidupan kedua bagi sebuah mesin". Mungkin kalimat inilah yang paling cocok untuk Garage Engine. Pemenang MLDSPOT Content Hunt Season 2 pada kategori Inspiring Products ini memang menawarkan sesuatu yang nggak biasa, Urbaners. Otomotif yang disulap menjadi produk home & living, kebayang nggak? Giffi Yohanes yang merupakan Co-Founder Garage Engine bersama sang kakak mengembangkan hal yang tidak terpikirkan sebelumnya ini menjadi sebuah produk berkualitas.

Sesuai dengan kalimat diatas, memang Garage Engine menggunakan partisi mobil yang sudah tidak terpakai menjadi berguna kembali, bahkan dengan unsur seni yang tinggi. Giffi menciptakan produk-produk di Garage Engine ini bukan hanya semata-mata ingin membuat sesuatu yang unik, tetapi ada unsur sosial yang ditanamkan pada produk ini. Yuk, cari tahu lebih dalam tentang produk satu ini.

garage engine

 

Awal mula kepikiran Garage Engine

Produk yang bergerak dibidang recycle & upcycle ini merupakan produk home & living yang menggunakan bahan partisi otomotif yang sudah tidak terpakai. Awalnya, Giffi yang memang telah menggemari otomotif sejak dibangku SMA sekitar tahun 2012 mengalami kebanjiran yang menyebabkan mobilnya harus turun mesin. Yang biasanya mesin rusak ditinggal di bengkel, Giffi malah membawanya pulang ke rumah. Rongsokan tersebut cukup lama berada di rumah Giffi membuat orang tua nya cukup gerah.

Saat iseng menduduki mesin tersebut, Giffi kepikiran untuk menjadikan mesin tersebut sebagai kaki meja. Akhirnya ide gila tersebut kejadian pada tahun 2014. Sempat sulit mencari vendor yang bisa melakukannya, tetapi mesin tersebut telah berubah menjadi meja dengan cukup memuaskan. Memamerkannya di Instagram ternyata menjadi cikal bakal munculnya Garage Engine. Saat Giffi mengunduh hasil prakarya meja tersebut, ternyata banyak yang tertarik karena bentuk uniknya. Dari situlah Giffi mulai mengembangkan usahanya tersebut. Sekitar tahun 2015 ia mulai memproduksi produk lainnya dengan partisi mesin mobil.

 

Hampir semua partisi mobil digunakan

Awalnya memang Giffi hanya memproduksi meja, tetapi ia tidak mau Garage Engine stagnan disitu saja, apalagi jika lo sudah hobi di mesin, lo akan penasaran tidak hanya satu partisi saja melainkan keseluruhan. Dengan ditambahkan observasi Giffi tentang kebutuhan manusia saat ini, jadilah ia menciptakan produk-produk home & living lainnya.

Mulai dari speaker, coffee table, lampu sampai watch winder. Dan hampir semua partisi mesin mobil pun digunakan. Mulai dari piston, crankshaft, radiator, blok mesin sampai knalpot. Ukuran produk yang dihasilkan pun juga berbagai macam, bahkan lo bisa custom mulai dari size, kegunaan sampai tipe jenis mobil.

Sempat berpikir untuk terjun ke dunia otomotif lain seperti motor ataupun pesawat. Tetapi karena Garage Engine ini masih seumur jagung, Giffi hanya ingin fokus pada dunia mobil saja. Apalagi dunia mobil memiliki ruang lingkup yang luas.

 

You've got what you pay

Barang-barang Garage Engine cukup pricey? Eits tunggu dulu Urbaners. Garage Engine selalu memberikan kualitas sesuai dengan harga produknya. Ditambah lagi value art & mesin mobil tersebut. Karena Garage Engine tidak sembarang memilih mesin yang digunakan untuk produknya. Giffi sangat memikirkan asal mesin mobil tersebut, mulai dari keluaran Amerika, Eropa atau Jepang, tahun berapa mesin itu diproduksi sampai prestasi mesin itu sendiri saat masih menjadi sebuah alat penggerak.

Giffi share pengalaman tentang customer yang request produknya menggunakan mesin Ferrari. FYI, satu partisi Ferrari yang di request senilai 200 juta, sementara produk yang akan dibuat membutuhkan 2 partisi. Karena budget-nya yang tidak sesuai, Giffi pun memberikan alternatif yakni menggunakan mesin yang mirip dengan Ferrari, dimensi sama sampai pistonnya. Pengacara ternama Indonesia yakni Hotma Sitompul juga pernah custom watch winder dengan mesin Jeep Cherokee yang bernilai puluhan juta rupiah. Atau ada salah satu customer-nya yang request mesin Cadilac untuk produk watch winder-nya.

garage engine

Dan satu hal yang harus lo tau, Urbaners. Mesin yang digunakan oleh Garage Engine bukan hanya menjadi estetika saja, tetapi bisa digunakan untuk hal lain. Contohnya adalah salah satu produk Giffi yakni table lamp terbuat dari blok mesin. Selain menjadi kaki meja, rongga-rongga yang ada dibagian bawah juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan kertas, ataupun botol wine.

 

Sisi sosial dibalik produk Garage Engine

garage engine

Dibalik keunikan, estetika dan fungsinya, terdapat unsur sosial yang tersimpan pada produk ini. Garage Engine yang merupakan produk recycle sama hal-nya membantu mengurangi limbah dunia dalam bidang otomotif. Setidaknya Garage Engine tidak menambahkan limbah malah justru menggunakan kembali barang yang seharusnya sudah tidak digunakan menjadi berfungsi kembali di bidang lain.

 

Mensiasati penjualan produk yang niche

Mensiasati penjualan produk yang niche

Harus diakui, Garage Engine bergerak di pasar yang cukup niche. Karena bahan yang digunakan adalah partisi 'hobi'. Tetapi Giffi yang merupakan lulusan fakulitas International Bussiness ini memiliki cara tersendiri untuk mensiasatinya. Yakni maintain customer dengan service yang maksimal, dan tidak membedakan customer satu dan yang lain. Karena memang rata-rata yang membeli adalah merupakan seseorang yang hobi otomotif, bisa dipastikan jika mereka puas akan repeat order. Dan Giffi masih percaya dengan words of mouth, jika customer tersebut puas pasti akan merekomendasikan produk tersebut ke temannya yang memiliki hobi sama.

Hal kecil nan impactful yang dilakukan Garage Engine lainnya adalah, saat mengantar barang, Giffi tidak menggunakan jasa pengiriman, melainkan mengirimnya sendiri dan menjelaskan produk tersebut, sekaligus meminta pendapat pada customer-nya tentang produk tersebut.

Nah, sekarang nggak heran kan kenapa Garage Engine menjadi pemenang di MLDSPOT Content Hunt Season 2 kategori Inspiring Products! Lo juga punya produk yang menginspirasi, Urbaners?

Haris Pranowo: Komposer dan Musisi Multi Talenta

Wednesday, January 8, 2020 - 11:36
Haris Pranowo unjuk kemampuan menemani penampilan Afgan di Hobbyground

Nggak ada musik hebat tanpa dukungan musisi keren di belakangnya. Kalau selama ini lo melihat nama-nama beken Indonesia, seperti Raisa, Afgan, dan Rossa, ternyata mereka didukung oleh musisi panggung yang nggak kalah talented, Urbaners! Salah satunya adalah Haris Pranowo, komposer multitalenta yang berpengalaman bekerja bersama artis-artis papan atas, mulai dari Raisa, Afgan, Tulus, hingga artis senior seperti Rossa dan Yovie Widianto.

Berbagai gigs musik telah dilalui keyboardist yang belajar musik sejak kecil ini. Mau tahu perjalanan Haris di dunia musik? Yuk, simak kisahnya!

 

Suka Musik Karena Les Piano

Haris dalam sesi latihan untuk konser Raisa bertajuk “Fermata”

Haris kecil yang belum banyak mengerti tentang musik, memiliki kesempatan untuk mengikuti les piano di Yayasan Pendidikan Musik atau yang lebih dikenal dengan nama YPM. Komunitas inilah yang menjadi awal ketertarikan seorang Haris Pranowo pada musik dan mulai tertarik untuk mendalami berbagai alat musik. “Dari situ akhirnya sering ikut kegiatan musik di sekolah, lomba-lomba band, dan lomba musik lainnya,” terang Haris.

Saat itu, YPM terkenal dengan permainan musik klasik. Setelah beberapa waktu, ia penasaran ingin mencari lebih banyak pengalaman di genre musik yang lain. Oleh karena itu, Haris kemudian masuk ke Lembaga Pendidikan Musik Farabi.

 

Awal Karir Di Dunia Musik

Haris (paling kanan) melakukan sesi rekaman dengan Andien dan Yovie Widianto

Haris Pranowo memulai karirnya di dunia musik dengan cara mengikuti berbagai audisi dan lomba musik. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah ketika diajak oleh Sherina Munaf untuk mengikuti audisi penyanyi cilik. Lucunya lagi, pada saat mengikuti audisi tersebut, Haris bukan lagi penyanyi cilik, melainkan anak SMA, Urbaners!

“Itu pertama kali ikutan audisi buat band. Pucet. Jago-jago banget orang-orang di situ mainnya, asli, nggak bohong. Nah, pas giliran disuruh main lagu bebas, gue bingung sendiri main apaan. Alhasil main piano lagunya Sherina waktu kecil “Andai Aku Telah Dewasa”. Eh, kepilih! Berkesan banget waktu itu, karena itu ternyata jadi awal gue mulai karir di musik,” kenangnya.

Pengalaman tersebut membuka jalan Haris untuk belajar musik lebih banyak lagi, serta membuka pergaulan yang lebih besar di dunia musik.

 

Dari Audisi hingga Jadi Komposer Multitalenta

Haris mengakui, setelah terjun ke dunia musik, lingkup pergaulannya semakin besar. Itu merupakan anugerah yang menjadi jalan pembuka karir, hingga akhirnya ia bisa menjadi komposer artis, komposer iklan, sekaligus komposer film. Baginya, selain kemampuan, networking tentunya merupakan hal yang penting untuk membangun karir di dunia musik.

“Intinya selain ketekunan kita sendiri, networking menurut gue penting banget sih. Itu salah satu yg membuka jalan hingga saat ini. Dari session satu artis ke artis lainnya, manggung, sampai akhirnya nanti bisa workshop-workshop bikin lagu, membuahkan karya, dan lain-lainnya,” ungkap ayah beranak satu ini.

Meski jam terbangnya sudah sama tinggi dengan jam terbang para penyanyi papan atas, namun Haris tetap menganggap serius setiap penampilannya dengan melakukan persiapan yang matang. Menurut Haris, latihan yang matang adalah kunci utama dari setiap penampilan yang sukses. Selain itu, doa juga merupakan ritual penting yang harus dilakukan sebelum tampil.

Haris berfoto di belakang panggung sebelum penampilan Raisa di Jazz Goes to Campus 2019

Haris mengaku sangat menikmati penampilannya ketika berbagi panggung bersama penyanyi-penyanyi ternama. Tantangan justru datang ketika hubungan dengan penyanyi yang bersangkutan sudah cukup dekat layaknya teman. Di sinilah profesionalitas dibutuhkan, agar pada saat latihan tetap disiplin dan dapat menghasilkan penampilan yang maksimal di panggung.

Selain menjadi komposer artis-artis ternama, karya-karya Haris Pranowo juga bisa kita temukan mengisi musik jingle dan musik iklan produk, seperti Indomilk, Indomie, Zwitsal, XL Axiata, dan masih banyak lagi. Haris juga mengisi musik untuk film dan acara TV. Multitalenta banget kan, Urbaners?

Hobinya di bidang musik membuat Haris nggak pernah bosan dengan pekerjaan sebagai komposer dan arranger. “Bahkan, dukanya ketutup sama yg suka-suka, karena memang yang penting kita enjoy dalam menjalaninya,” ungkap Haris.

Buat Haris, musik adalah sesuatu yang selalu membuatnya happy dan enjoy

Nah, bagi Urbaners yang juga ingin berkarir di bidang musik, satu hal menurut Haris Pranowo yang perlu lo siapkan adalah mental untuk menghadapi naik turunnya dunia musik. Nggak hanya skill, networking dan attitude adalah dua hal penting yang akan menentukan nasib lo di dunia musik, Urbaners!

“Datang tepat waktu, rajin ngulik sepenuh hati, menghargai sesama musisi dan tim produksi, dan yang paling penting, terus berkarya!”

Jadi, sudah siap jadi musisi sekeren Haris Pranowo, Urbaners? Lo bisa pantengin langsung keseruan performa Haris lewat akun Instagram-nya, @harispranowo!