New Rule of Electric Motorcycle - MLDSPOT
  • Techno
  • New Rule of Electric Motorcycle

New Rule of Electric Motorcycle

Wed, 11 March 2015

Dari ajang Consumer Electric Show (CES) 2015 kemarin bukan saja gadget-gadget canggih yang dipamerkan, tetapi juga sepeda motor. Startup asal Taiwan, Gogoro dengan percaya  diri memajang produk canggih mereka yang mengemban sebutan smartscooter. Buat Urbaners yang baca artikel ini mungkin akan bilang, “Apalagi nih smartscooter?”

Ya, sama dengan barang yang diberi gelar “Smart” di depannya, scooter ini punya kepintaran luar biasa jika dibanding scooter sejenis. Gogoro smartscooter pada dasarnya adalah motor listrik yang menggunakan baterai isi ulang sebagai tenaga utama. Namun yang membuatnya pintar adalah kombinasi antara kemampuan fisik dan teknologi yang sangat baik.

Melihat tampilannya, Gogoro jauh meninggalkan scooter electric lainnya. Desain bodi yang modern seakan menantang jagoan scooter asal Italia seperti Piaggio atau Lambretta. Rangka motor terbuat dari bahan alumunium yang tipis namun kuat, sehingga sempurna sebagai platform smartscooter ini.

Suspensi racing! Tidak hanya enak dilihat, kekuatan dan fungsi suspensinya juga sangat stabil ketika melintas di berbagai kondisi jalan. Suspensi ini terinspirasi dari pergerakan roda jet-fighter saat landing di landasan dan kesempurnaan suspense mobil F1 di lintasan. Kata mereka, mengendarai Gogoro lebih terasa seperti terbang daripada naik motor.

Satu hal menarik lain adalah ban yang digunakan berjenis hybrid. Artinya, ban ini memiliki dual compound. Di bagian tengah, tekstur karet lebih keras daripada di bagian samping. Inovasi ini berhasil membuat kenyamanan saat berkendara.

Cukup soal kemampuan fisiknya. Sebagai penyandang gelar “Smartscooter” Gogoro menyisipkan teknologi canggih di dalamnya. Karena motor ini bertenaga listrik, maka si pengendara harus terus memantau sisa daya baterainya. Tidak perlu repot, Gogoro memiliki aplikasi di Android maupun iTunes yang akan terintegrasi dengan motor. Segala pengaturan seperti warna speedometer, kemapuan kerja mesin, sampai peta battery station di wilayahmu bisa dicek langsung di smartphone.

Soal penerangan, Gogoro Smartscooter menggunakan lampu LED SmartBrite. Lampu ini akan bekerja sambil beradaptasi dengan lingkungan. Pada siang hari, sinar yang menyala tentu tidak akan seterang malam hari. Saat lampu merah menyala, lampu juga akan meredup untuk penghematan daya baterai. Oia, terdapat fitur variasi nyala lampu yang keren. Sederet fitur pintar lain juga bisa memudahkan si pengguna seperti Gogoro iQ system, quick link, smart key, dan smart lock.

Ini yang paling penting, baterai! Ketakutan pengguna motor elektrik adalah ketika kehabisan daya di tengah jalan. Selain, Gogoro memiliki fitur aplikasi di smartphone, baterai yang digunakan smartscooter ini juga terbilang canggih. Sepsasang baterai bisa menempuh jarak hingga 100km. Saat penggantian juga terbilang cepat, tanpa kabel, tanpa pompa, dan tanpa emisi. Sama seperti mengganti baterai handphone. Gogoro juga membangun infrastruktur battery station di sejumlah wilayah strategis.

Hmm bakalan jadi tren gak ya smartscooter di Indonesia? Kalo ngelihat tampilan smartscooter ini sih sesuai banget sama selera pasar di Indonesia. Ya kita tunggu aja Urbaners. Sementara, cek videonya dulu aja ya.

 

 

Makin Rombeng Makin Keren
Aliran modifikasi rombeng mungkin hanya ada di Indonesia. Kalau komunitas ini ngumpul, jumlahnya bisa sampe ribuan, Urbaners. Jadi penasaran, harga satu vespa rombeng berapa sih

 

Ajang Pemilihan Ratu Vespa
Dulu, vespa sangat popular di Indonesia. Sampai-sampai pada tahun 1962 digelar ajang pemilihan ratu Vespa. Selain cantik, syarat untuk menang para kontestan harus jago nyetir vespa

 

Motor Sport Listrik Baru
Bulan Februari nanti, pabrikan motor listrik asal AS akan meluncurkan motor sport listrik di Indonesia. Modelnya juga gak kalah keren lho dibanding motor biasanya

 

Indonesia Tanpa Koneksi Lemot di 2022, Ini Alasan Starlink Diminati!

Wed, 24 March 2021
Starlink

Elon Musk emang nggak ada habis-habisnya menciptakan terobosan baru dan membuat gempar dunia. Dari teknologi sampai alkohol, semua udah dicoba sama Musk. Yang paling terbaru, Elon Musk ngerilis Starlink!

Bukan minuman keliling – Elon Musk lewat SpaceX merilis Starlink. Perusahaan berbasis internet yang dibuat oleh Musik ini menguji coba jaringan internet dengan diluncurkannya sebuah satelit. Melansir dari SpaceX, Starlink menyediakan internet melalui satelit yang diluncurkan satu per satu dari bumi dan penggunanya cukup menyediakan alat penerimanya – cara kerjanya sama kayak pemasangan wifi di rumah lo, tapi versi satelit punya pribadi!

Di rilis pada 2020 akhir lalu, saat ini Starlink membuka pemesanan untuk seluruh dunia – termasuk Indonesia. Sebelum tertarik buat pesan, coba simak dulu artikel ini selengkapnya, bro!

Salah Satu Proyek Besar Musk

Perilisan Starlink ini termasuk ke dalam salah satu proyek besar yang dimiliki oleh SpaceX – dan tentunya Musk. Proyek ini membangun jaringan internet yang saling terhubung dengan ribuan satelit dengan tujuan untuk memfasilitasi internet berkecepatan tinggi bagi para penggunanya di seluruh penjuru bumi.

Dalam penjualannya, Starlink telah menjanjikan koneksi internet dengan kecepatan 100/200 megabit per detik (Mbps) bagi para pengguna individu. Hal ini membuat antusiasme para pengguna internet di dunia – mengingat saat ini sebagian besar pengguna internet hanya menemukan latensi di bawa 31 milidetik.

Proyek Perputaran Uang

Starlink

Credit image – Teslarati

Starlink didirikan untuk menjadi bisnis yang di bawah naungan SpaceX yang terkhusus untuk konsumen. Musk mengatakan, SpaceX harus bisa membuat Starlink memiliki keuangan yang stabil. Karena nantinya setiap keuntungan yang didapatkan akan menjadi modal kembali untuk proyek Musk yang lain.

Musk berharap Starlink punya nasib lebih baik dibanding satelit baru yang selama ini dibikinnya dan kemudian bangkrut. Pendapatan Starlink nantinya akan digunakan untuk pengembangan roket SpaceX ke Mars. Setelah pre-order dilakukan, Musk berencana untuk melakukan IPO – hal ini diungkapkannya sendiri lewat akun Twitternya.

Di Pesan oleh Seluruh Penjuru Dunia!

Starlink

Credit image – Star Walk

Sejauh artikel ini ditulis dan mengacu pada laporan perusahaan Starlink, saat ini ada 10.000 pengguna Starlink di Amerika Serikat dan luar negeri yang mengikuti program peluncuran awal satelit ini.

Nggak cuma itu, ada 700 ribu yang mendaftar ikut program pengguna di luar Amerika Serikat dan pastinya akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Dengan tarif deposit berlangganan US$99

yang setara Rp 1,4 juta per bulan ini udah bisa langganan satu satelit sendiri menarik banget kan, bro?

Tarif tersebut juga ternyata cuma untuk langganan internet aja – dan nantinya deposit akan dikembalikan. Buat perangkat seperti Terminal dan Wi-Fi Router yang langsung terhubung dengan satelit bakal dikenakan biaya tambahan lagi sebesar US$499 yang setara dengan Rp 6,9 Juta. Well, siapa sih yang nggak tertarik untuk punya satelit sendiri dengan koneksi internet yang secepat itu?

Lo Juga Bisa Pesan, Bro!

Yang bikin menarik, ternyata Musk nggak membatasi siapapun yang mau coba berlangganan satelit internet ini – termasuk Indonesia.

Namun sepertinya kalo lo emang tertarik harus bersabar dulu nih, bro – pasalnya, ketika lo mencoba daftar ke alamat rumah dengan masukin alamat email dan juga alamat rumah, bakal dibilang layanan ini bakal tersedia di 2022.

Meskipun belum ada informasi lebih lanjut, yang pasti layanan ini masih satu tahun lagi tersedianya. Mendingan nabung dulu aja deh, bro!

Nah buat lo yang emang tertarik, sabar-sabar dulu ya, bro. Setelah nanti rilis di Indonesia, lo bisa main dan nonton sepuasnya tanpa lemot deh. Apakah lo siap menghadapi 2022 dengan internet anti lemot di Indonesia?

 

Feature image – SpaceX