• Techno
  • The Ugly Duckling Gadget

The Ugly Duckling Gadget

Fri, 17 April 2015

Dalam memilih sebuah gadget mana yang lebih Urbaners pilih, penampilan atau performa? Beberapa gadget memang terlihat sangat stylish atau bahkan terlalu berlebihan dalam penampilannya. Walaupun banyak juga yang didukung oleh performa yang menjanjikan, masih terjadi perdebatan antara yang pro dan kontra dengan desain dari beberapa gadget berikut ini :
 

  1. Google Glass

    Meski sekilas terkesan mutakhir, bagi beberapa orang gadget ini ternyata dianggap menimbulkan kesan nerd dan aneh bagi pemakainya. Buat Ko yang berkacamata, gadget ini juga terasa tidak nyaman jika digunakan bersamaan. Saat ini pun pihak Google telah menghentikan penjualan kacamata pintarnya ini, meskipun begitu, menurut Google, mereka masih akan melanjutkan “perjalanan” dari gadget ini.

     

  2. Ricoh WG-M1 Camcorder

    Bagi sebagian orang, kamera ini terlihat seperti peralatan yang “gemuk” dan penuh fungsi mekanik dibandingkan dengan tampilan kamera pada umumnya. Walaupun begitu, ternyata ada juga yang menganggap bahwa kamera ini terkesan macho, futuristik dan penuh warna.

     

  3. Blackberry Passport Smartphone

    Berbicara soal smartphone, selain spesifikasi dan fitur yang ok, urbaners pasti mencari yang nyaman untuk digenggam. Tapi ponsel pintar keluaran Blackberry ini sepertinya kurang memperhatikan aspek ini. Dengan desainnya yang kotak, akan terasa aneh saat kita menggenggam dan menggunakan gadget ini.

     

  4. Neptune Pine Smartwatch

    Disaat semua pabrikan berlomba menciptakan gadget yang ringkas namun canggih, smartwatch ini malah tampil dengan desain yang lebar, bahkan paling besar daripada smartwatch yang lain. Walaupun fitur dari gadget ini memang terbilang cukup lengkap dan canggih, namun dengan desainnya itu akan membuat tangan lo seperti memakai alat untuk berubah menjadi superhero.

Selain empat gadget diatas, mungkin masih ada beberapa gadegt yang menurut lo kurang atau tidak menarik secara desain dan penampilan. Walau begitu, semua kembali kepada fungsi dan kebutuhan. Sekarang lo makin naksir atau makin males sama gadget-gadget di atas Urbaners?

 

 

 

 

Gadget adalah...
Lo tahu ga sih apa sebenarnya gadget itu? Gadget tidak melulu hanya handphone atau tablet, gadget adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus dan selalu memiliki pembaharuan sehingga lebih praktis bagi pengguna.

 

Ugly duckling syndrome
Ugly duckling syndrome adalah ketika seseorang merasa tidak percaya diri dengan penampilannya saat remaja dan mulai menerima penampilan fisiknya ketika dewasa. Dari itik buruk rupa menjadi angsa putih yang cantik.

 

Asal nama blackberry
Nama Blackberry dipakai setelah seseorang mengatakan bahwa keypad pada ponsel ini mirip dengan sekumpulan biji. Setelah memilih beberapa nama buah yang berbiji, akhirnya dipilih nama blackberry karena kebanyakan ponsel ini berwarna hitam.

 

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys